Selasa, 04 November 2014

Terimakasih Suamiku....

Kala mentari menyingsing...
Kau sambut hari dengan senyuman...
Menata serangkaian barang dagangan...
Tuk kau jajakkan ke pasar-pasar tradisional....

Kau tau suamiku....
Aku hanya bisa mengantarkanmu dengan secangkir kopi klangenan
Aku hanya bisa menyuguhkan senyuman
Dan aku hanya bisa menanyakan kabar...

Kesetiaanmu di kala susah maupun senang
menjadikanku tertegun dan tersenyum tenang...
Aku selalu menunggu kau datang....
Dengan secangkir kopi klangenan yang kusuguhkan....


Kamis, 14 Februari 2013

Puisi Religi

Hamzah, Insya Allah Syahid untukmu...

Oleh Rizqi Nurjannah

Berseru 'AHAD' dengan lantang
Memimpin perang di garda depan
Menta'ati dan menjaga rasul selamanya 
Menerabas leher kaum yang membangkang

Hamzah,,, 
Pedangmu menjulang ke angkasa
suaramu membahana ke seluruh jazirah 
Namun, mengapa perintahmu tak didengar pasukan pemanah.

Hindun,,,
Saat kau meratap dengan keras
Memanggil lantang nama Hamzah
Saat itulah kau Buta, 
Mengincar pejuang Muslim
Wahsyi demi kemerdekaannya pun rela 
Rela menombak Hamzah yang sedang berjihad..

Terbutakan oleh nafsu
terbutakan oleh dendam
teracuni oleh kesombongan
Itulah  kaum Quraisy...
Kebenaran seolah menjadi kebatilan
dan sebaliknya..

Hamzah,,,
Paman Nabi...
Aku rindu kegigihanmu
aku ingion menemuimu bersama Ali bin Abi Thalib,
Umar  bin Khaththab dan Rasulullah SAW...\
Aku rindu kalian, wahai para Syuhada..

Puskom UMY, Bantul, Yk
Jum'at, 15 Februari 2013 

Rabu, 06 Februari 2013

MASJID ADALAH TEMPAT SUJUD KAUM MUSLIMIN


“MEMAKMURKAN MASJID”
Oleh: Rizqi Nurjannah
A.     Makna Masjid
Masjid berasal dari kata sajada-yasjudu-sujuudan yang artinya patuh, ta’at, tunduk dengan penuh hormat dan ta’zim. Makna masjid secara bahasa adalah tempat sujud, yang tekenal dalam masyarakat adalah bangunan tempat shalat. Sedangkan makna yang lebih luas, hakekat masjid adalah tempat melakukan segala  aktivitas  yang  mengandung  kepatuhan  kepada   Allah semata.  Karena  itu Allah berfirman dalam surat Al-Jin (72): 18
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kalian menyembah selain Allah”

MATERI KAJIAN TAFSIR AL_QUR'AN


TAFSIR UMMUL KITAB (AL-FATIHAH)
Ditulis oleh: Rizqi Nurjannah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)
Surat Al-Fatihah ini memiliki beberapa nama lain. Yang terkenal diantaranya adalah Al-Fatihah (Pembuka), Ummul Kitab (Induk Al-Qur’an), As-Sab’ul Matsaniy (7 Ayat yang diulang-ulang). Menurut Al-Qurthubiy, ada 7 nama lain Al-Fatihah, diantaranya adalah Asy-Syifa (Obat), Al-Waafiyah (Yang Memenuhi), Al-Kaafiyah (Yang Mencukupi), Al-Asaasu (Dasar), Al-Hamdu (Segala Pujian).
Beberapa Keutamaan Surat Al-Fatihah diantaranya adalah:  
1.       Termasuk surat yang ter-Agung dari surat dalam Al-Qur’an. (HR. Bukhari dari Abi Sa’id bin Mu’alla)
2.       Tidak ada surat yang semisal surat ini dalam kitab-kitab sebelum Al-Qur’an (Taurat, Injil, Zabur). (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya, Ketika Ubay bin Ka’ab membaca surat ini)
3.       Termasuk 2 surat (Al-Fatihah dan Akhir surat Al-Baqarah) yang jika dibaca maka terbukalah langit dan turun seorang malaikat .(HR. Imam Muslim dalam Shahihnya, dari Ibnu Abbas)
Ada banyak riwayat yang menyebutkan akan keutamaan surat ini, akan tetapi yang paling shohih adalah 3 hal diatas. Oleh karena itu, kita harus waspada dari apa-apa yang dibawa oleh para musuh Islam, kaum zindiq Muslimin (orientalis) berupa keutamaan-keutamaan suatu amalan dan lain-lain.  
Sebelum membaca Al-Qur’an hendaknya kita mengucapkan ta’awudz terlebih dahulu sebagai wujud permohonan kita untuk senantiasa berlindung kepada Allah SWT dari syetan yang terkutuk dari segala godaannya, celaannya, dan bisikan-bisikannya serta dari segala keburukan dan kesesatan yang ia sebarkan. Perintah ini sebagaimana difirmankan dalam surat An-Nahl(16): 98
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (98)
“Maka apabila engkau akan membaca Al-Qur’an maka hendaklah berlindung kepada Allah SWT dari syetan yang terkutuk”
Setelah membaca Ta'awudz, Lalu kita masuk ke ayat pertama yakni membaca Basmalah. Sesungguhnya membaca basmalah itu sangat dianjurkan bahkan disunnahkan untuk membacanya ketika kita memulai sesuatu dalam kehidupan kita sebagai permohonan pertolongan kepada Allah SWT Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Makna per-Kata
Al-hamdu Lillaahi...
Kalimat ini adalah pujian terhadap peng-Agung-an dan pe-Mulia-an terhadap Allah SWT. Menurut Qurthubi, Alif lam dalam kata al-hamdu itu bermakna istighroq al-jinsi (mencakup semua jenis sanjungan). Sanjungan ini tidak terbatas diberikan pada seseorang karena telah diberi suatu kebaikan sebagaimana yang kita kenal dengan kata syukron (Terimakasih), namun lebih umum yakni pujian atas hal-hal yang dipuji karena sifat-sifatnya tanpa didahului dengan berbuat kebaikan.   
Rabbil ‘aalamiin
Kata ar-Rabb menurut bahasa berarti isim mashdar yang maksudnya adalah at-tarbiyyah (pendidikan) yaitu memperbaiki dan menjaga (membimbing supaya yang dididik itu tetap baik). Maka Allah SWT sebagai Rabb itu adalah Dzat yang MakhlukNya dan mendidikNya. Kata Ar-Rabb itu mengandung beberapa makna Al-Maalik (Raja), Al-Mushlih (Yang memperbaiki), Al-Ma’buud (Yang di-ibadahi), As-Sayyid (Tuan), Al-Muthoo’ (yang dita’ati). Dan jangan mengatakan kata rabb untuk selain Allah kecuali dengan idhofah (penyandaran terhadap kata lain), misalnya Rabbul ibili (pemilik unta), Rabbud Daari (pemilik rumah).
Kata Al-‘Aalamiin merupakan bentuk jama’ dari kata al-aalam. Menurut Al-Farra’ dan Abu Ubaidah, ‘al-‘aalam adalah ungkapan dari siapa yang berakal, mereka itu ada 4 umat yaitu manusia, jin, malaikat, dan syetan. Dan menurut sebagian ulama’, bahwa ‘alam itu mencakup seluruh macam benda baik manusia, hewan, tumbuhan, tanah, malaikat, jin dll.
Ar-Rahmaani ar-Rahiim
2 kata ini berasal dari kata Rohmah yang maknanya adalah: Ar-Rohman (yang memberikan nikmatNya yang besar) , Ar-Rohim (Yang memberikan nikmatNya yang kecil). Al-Khoththabiy mengatakan bahwa Ar-Rohman itu Dzat yang memiliki kasih sayang yang mencakup luasnya penciptaan baik dalam rezeki maupun kemashlahatan baik kepada orang mu’min maupun kafir. Sedangkan Ar-Rohiim itu khusus kepada orang mu’min semata. Kata Rohman itu khusus bagi Allah saja, tidak ada yang disembah selain Ar-Rohman.
Yaum ad-Diin Yaitu hari pembalasan dan hari perhitungan.
Iyyaaka Na’budu
Ibadah berarti merasa hina, tunduk, dan tenang dan memohon pertolongan. Az-Zamakhsyari mengatakan bahwa Ibadah itu adalah puncak ketundukan dan kehinaan  seseorang. Tidak ada yang yang pantas disembah selain-Mu (Allah SWT) karena Kemuliaan dan KeagunganMu.   
Wa Iyyaka Nasta’iin
Maksudnya adalah memohon pertolongan kepadaMu Allah SWT atas keta’atan padaMu, dan ibadah padaMu dalam segala urusan kita. Maka sesungguhnya tidak ada yang dapat menolong kita kecuali Engkau.
Ihdinaa artinya tunjukkan kepada kami.
Ash-Shirooth al-Mustaqiim artinya jalan yang lurus. Orang Arab meminjam kata Ash-Shiroot ini untuk segala perkataan dan perbuatan yang disifati dengan istiqomah dan tidak bengkok. Maksud ayat ini adalah Jalan Islam. 
An’amta ‘alaihim
Nikmat maksudnya adalah kehidupan yang lembut dan makmur. Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah para nabi, orang yang shiddiq / membenarkan ajaran Allah SWT, Syuhada, dan orang yang shaleh. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat An-Nisaa’: 69.
Al-Maghduub ‘alaihim
Mereka adalah orang yahudi. Sebagaimana dalam surat Al-Baqoroh : 61 dan Al-maidah: 60.
Adh-Dhooolliin
Maksudnya adalah orang Nasrani. Sebagaimana dalam surat Al-Maidah : 77. Imam Fakhru Ar-Rozzi berkata bahwa al-Maghdub ‘alaihim adalah orang kafir seluruhnya dan adh-dhoollin adalah orang munafik, hal ini sebagaimana dalam surat Al-baqoroh pun disifatkan orang mu’min terlebih dahulu –dalam ayat 2-5-(yang dalam surat al-Fatihah adalah an’amta ‘alaihim), kemudian sifat orang kafir –ayat 6-7- kemudian sifat orang munafik –ayat 8-20-.
Aamiin
Artinya Ya Allah Semoga Allah SWT mengabulkan. Al-Alusi mengatakan bahwa ini merupakan sunnah untuk dibaca setelah surat Al-Fatihah sebagaimana hadits Abi Maisaroh. Ini bukan dari Al-Qur’an namun termasuk isim yang bermakna Fi’il. Bisa dibaca Amiin atau Aamiin.  
Do’a
Ya Allah, tetapkanlah kepada kami agama Islam sebagai agama yang benar, yang mana Engkau telah mengutus para Nabi dan Rasul dan mengutus Penutup para Nabi. Ya Allah, tetapkanlah kami dalam keimanan, dan jadikanlah kami termasuk orang yang mencari jalan orang-orang yang dekat denganMu, jalan para Nabi, para shiddiiqiin (yang membenarkan agama Allah), para syuhada, para orang shaleh. Dan jangan jadikan kami termasuk orang yang bingung akan jalan yang lurus, orang yang sesat dari syari’atMu yang Suci, dan orang yang ingkar terhadap ayat-ayatMu, rasul-rasulMu serta para Nabi UtusanMu karena mereka benar-benar akan mendapatkan laknat dan kemurkaan Allah SWT hingga akhir zaman.  Allahumma Aamiin 

Selasa, 23 Oktober 2012

Fatwa:Keputihan Wanita


Bersumber dari:
http://www.muhammadiyah.or.id/id/artikel-fatwa-tarjih—wanita-keputihan-detail-101.html
Pertanyaan :
1.     Bagaimana hukum fiqh tentang wanita yang mengalami keputihan ?
2.     Bila seorang wanita berhenti dari KB suntik, maka biasanya haid tidak teratur. Kadang satu dua hari haid kemudian berhenti, kemudian haid lagi. Bagaimana hukum tentang wanita tersebut ?

Jawaban :
Keputihan bukan haid, melainkan semacam penyakit yang sering dialami seorang wanita. Keputihan semacam istihadhah. Istihadhah yaitu, keluarnya darah atau yang lain dari rahim wanita terus menerus, sehingga ia merasa tidak mungkin dalam keadaan suci untuk melaksanakan shalat. Karena keluar salah satu dari dua jalan membatalkan wudlu dan keluarnya itu treus menerus.
Demikian juga wanita yang tidak teratur masa haidnya karena KB suntik. Terhadap kedua masalah di atas agar wanita yang bersangkutan meneliti. Jika yang keluar darah haid yang warnanya kehitam-hitaman, maka bagi wanita itu berlaku hukum wanita haid, yaitu tidak boleh mengerjakan shalat dan jika berakhir masa haidnya, ia hendaklah mandi sebelum mengerjakan shalat. Seandainya darah yang keluar bukan darah haid yang berwarna seperti darah segar atau yang keluar sesuatu yang lain, maka bagi wanita itu berlaku hukum wanita istihadhah. Ia tetap wajib mengerjakan shalat dan sebelum berwudlu ia membersihkan faraj-nya, kemudian menutup dengan kapas atau kain dan sebagainya, setelah itu ia berwudlu dan mengerjakan shalat. Dasar hukumnya ialah hadits:
أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتِ حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضِ فَإِنَّهُ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ فَإِذَا كَانَ كَذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلاَةِ فَإِذَا كَانَ اْلآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ ( رواه أبو داود و النسآء و ابن حبان و الدار قطنى و قال: رواته كله ثقات)
Artinya : “Bahwasanya Fathimah binti Hubaisy mengalami istihadhah, maka berkata Nabi SAW kepadanya: ‘Jika darah haid warnanya hitam yang dikenal. Apabila demikian berhentilah shalat. Jika tidak demikian, berwudlulah dan shalatlah, karena itu hanya merupakan bocor pembuluh darah’.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa`i, Ibnu Hibban dan ad-Daraquthni dan ia berkata seluruh perawinya tsiqah, menurut riwayat al-Hakim : menurut syarat muslim)
Pada hadits yang lain diterangkan bahwa wanita itu berwudlu setiap akan mengerjakan shalat.

Minggu, 30 September 2012

Ringkasanku pada Kultum ustadz Syatibi; Sejarah Singkat Berdirinya PUTM


SEJARAH BERDIRINYA PENDIDIKAN ULAMA TARJIH MUHAMMADIYAH
Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah telah resmi berdiri pada tahun 1968. Namun demikian, tidak secara tiba-tiba PUTM ini didirikan melainkan melalui masa yang cukup panjang. Sejarah ini diceritakan oleh Al-Mukarram Ustadz Syatibi pada setiap kultum ba’da shalat di PUTM Putri hari ini. Beliau adalah alumni PUTM pertama yang kini masih mengabdikan diri menjadi ustadz di PUTM.
Awalnya, Ustadz Syatibi dan 6 orang teman sebayanya mengaji bersama bapak KRH. Hadjid di masjid yang telah beliau bangun yakni masjid At-Taqwa, Ngipiksari pada tahun 1964 ketika bulan Ramadhan. Mereka mengaji setiap ba’da shalat wajib (5 kali sehari). Kitab yang dikaji adalah kitab Al-Qur’an dan kitab Riyadhus Shalihin. Kedua kitab itu khatam dipelajari oleh mereka.
Pengajian tersebut mendapatkan perhatian khusus dari bapak KRH. Hadjid selaku mantan ketua Majelis Tarjih kala itu. Harapan beliau, para santrinya mampu menyampaikan kembali apa yang telah diajarkan oleh beliau. Harapan yang lebih besar lagi adalah adanya pemuda yang mampu ikut serta dalam sidang fatwa Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan harapan yang besar itulah, bapak Kyai Umar Effendy, bapak Kyai Wardan Diponingrat, bapak Kyai .... bersama bapak KRH. Hadjid berempug (berdiskusi) membicarakan untuk dibentuknya sebuah lembaga pendidikan yang dapat mencapai tujuan tersebbut.
Dengan kesungguhan bapak-bapak Kyai tersebut, maka PUTM pun dapat didirikan. Syaratnya, sistem pendidikannya itu tidak sama dengan sistem pendidikan pada umumnya di perguruan tinggi. Yaitu, HARUS ASRAMA. Alasannya, pendidikan untuk mempersiapkan calon ulama hendaknya TERKONTROL dalam masalah ibadah dan kedisiplinan. Pendidikan yang harus ditempuh oleh para thalabah adalah wajib shalat lail, wajib shalat secara berjama’ah, wajib melaksanakan puasa senin kamis, tidak boleh izin kuliah karena alasan apa pun. Dengan peraturan yang demikian ketatnya, thalabah angkatan pertama (se-angkatan Ustadz Syatibi) yang awalnya berjumlah 17 orang menjadi 5 thalabah yang lulus hingga akhir pendidikan. Subhanallah..
Kemudian, tugas thalabah hanyalah belajar dan belajar. Mereka tidak diperkenankan meninggalkan kuliah karena alasan apapun, sekalipun izin untuk pengajian. Pengajian yang diizinkan untuk diikuti adalah pengajian malam Selasa yang diadakan oleh PP Muhammadiyah, selain itu hukumnya terlarang jika mengganggu kuliah. Dan thalabah juga harus terfokus belajar di PUTM saja, tidak boleh merangkap kuliah diluar, dan tidak diperkenankan untuk mencari penghasilan. Begitulah yang harus mereka tempuh, sungguh berat perjuangan untuk membentuk calon ulama yang memiliki akidah yang kuat dan ibadah yang hebat. Oleh sebab itu, teruslah berjuang untuk belajar dan mengkaji Islam. Umat menunggumu....
Bersambung.... (Selasa, 9 Dzulqa’dah 1433 H/ 25 September 2012 M)       
SOSOK

 

Sabtu, 22 September 2012

Antologi Surat Pribadi





                                                     Cermin Hatiku